Posts

Sembilan Ikat Luka Nadira

Image
Judul buku ini berdialog pada tokoh sorotan di dalamnya, “Sembilan cerita ini untukmu, Nadira.” Nadira menemukan fase kelam yang panjang dalam hidupnya setelah kematian sang ibu yang begitu mendadak dan disambutnya tanpa emosional. Demikian pembuka kumpulan cerita pendek yang menyoroti kehidupan Nadira yang dikemas bak novel. Saya sempat menelan saliva ketika mengetahui bagaimana sang ibu hendak pergi—persis dengan apa yang pernah saya alami. Ini memang sangat subjektif, namun drama keluarga yang disuguhkan dalam 9 Untuk Nadira berhasil menciptakan ketakutan saya dalam menjalani peran di lingkup keluarga. Pada dasarnya Nadira merupakan bungsu dari tiga bersaudara pasangan Kemala dan Bramantyo. Kakak tertua bernama Nina dan abang yang sangat dekat dengannya bernama Arya. Mereka lahir dari orang tua yang bertemu saat mahasiswa dan menikah di Amsterdam. Orang tua dengan perbedaan cara meyakini kepercayaan. Keluarga Bramantyo Suwandi menjalani ibadah sholat dan mengaji, se...

Sejarah, Pendidikan, dan Sawit di Desa Mungguk

Image
Pada awal tahun, hal yang membuat saya antusias memulai waktu adalah kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dari himpunan mahasiswa program studi. Selain mengemban tugas menjadi pemandu para relawan pendidikan—yang terdiri dari mahasiswa baru—untuk beberapa hari, kepanitiaan pertama saya dalam agenda tersebut tak boleh dilewatkan hanya untuk bersenang-senang saja. Berada di tanah orang membuat saya menuntut diri saya sendiri untuk mengenali lingkungan sekitar saya. Bus yang membawa kami dari Pontianak berhenti di salah satu titik di Kecamatan Ngabang karena rendahnya tiang listrik sehingga bus tak dapat masuk hingga jalan utama menuju Desa Mungguk. Kami menumpangi truk dan pikap hingga sampai ke Desa Mungguk. Jarak dari kecamatan ke Desa Mungguk cukup jauh dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Perjalanan menuju ke dalamnya ditemani dengan jalan beraspal yang menanjak dan menukik karena dataran tinggi ditemani jurang. Kanan kiri terdapat pohon karet yang menjadi ladang uang warga ...

Mencintai dan Konsekuensinya: Hujan Bulan Juni

Image
Mencintai seseorang memang tak perlu konsekuensi, kecuali ketika kedua insan tersebut ingin saling memiliki. Konsekuensi yang dihadapi dua insan tersebut juga tak lekang oleh berbagai tantangan. Dalam hal tersebut, Sarwono dan Pingkan harus berpisah karena Pingkan harus melanjutkan pendidikan ke Jepang dari beasiswa yang diterimanya. Hal dilematis yang dihadapkan Sarwono dan Pingkan tidak hanya mengenai hubungan jarak jauh yang akan mereka tempuh. Hal tersebut cukup banyak diungkapkan dalam Hujan Bulan Juni . Sarwono dan Pingkan merupakan akademisi yang bekerja di universitas yang sama. Dalam Hujan Bulan Juni , beberapa hal mengenai situasi yang dihadapi akademisi ketika melakukan penelitian atau perjalanan kerja cukup menjadi daya tarik. Tak hanya itu, Sarwono dan Pingkan yang sama sekali tidak berpacaran dan hanya “kode-kode-an” untuk menikah selalu membawa suasana cerah dalam setiap babaknya. Hujan Bulan Juni tak hanya mendeskripsikan mengenai kehidupan akademisi—ter...

Permasalahan yang Dekat dalam Memilih Jalan Sunyi

Image
Hidup dalam lingkaran yang minim permasalahan membuat saya hanya dibuai dengan permasalahan-permasalahan kota besar yang ditayangkan di televisi atau di media massa. Persoalannya tak jauh dari hal-hal makro yang turut mengancam putaran kehidupan yang pas-pasan. Tak jarang, persoalan-persoalan tersebut tak begitu relevan. Hal tersebut begitu saya rasakan sebelum menjadi mahasiswa. Ketika menjadi mahasiswa, persoalan-persoalan semakin banyak dan kian dekat serta kian relevan dengan kehidupan. Mata yang sebelumnya buta dan telinga yang sebelumnya tuli dengan kenyataan perlahan dapat melihat dan mendengar lebih jelas segala permasalahan yang ada. Sebelumnya saya tidak menyadari bahwa orang-orang di sekitar saya memiliki jalan hidup yang sulit ia pahami ketika dewasa, terutama mengenai permasalahan yang terjadi pada kehidupan di kampung dan orang tuanya. Di Kalimantan Barat, perdebatan sumber alam dan kapitalis memicu berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ekosistem lingkung...

Keraguan Menjadi Dewasa di Tanah Lada

Image
Ketika mencapai tahap dewasa awal, rasanya ingin sekali kembali ke masa kanak-kanak. Ingin rasanya kembali merasakan masa tanpa memikirkan apa yang terjadi di sekitar, bersenang-senang tanpa peduli dengan segala kesedihan yang telah lalu. Tapi tidak semua anak-anak merasakan masa kanak-kanaknya dengan kesedihan yang remeh-temeh. Bagaimana jadinya seorang anak takut menjadi dewasa ketika melihat orang dewasa di sekitarnya? Ketakutan tersebut Ziggy ungkapkan dalam Di Tanah Lada yang merupakan novel kedua miliknya yang saya baca sepanjang tahun 2019. Novel ini merupakan novel yang cukup panjang masa membacanya, dikarenakan ketidakproduktifan saya dalam mengatur waktu membaca dan beraktivitas di luar. Novel Di Tanah Lada tidak begitu panjang. Saya cukup menyesal tidak menyelesaikannya secara langsung. Hanya sekadar cukup saja. Ada hal lain yang membuat saya tidak menyesal menunda menghabiskannya. Hal tersebut berkaitan erat dengan begitu relevannya isi novel ini, terutama pe...

Surat 1: Membandingkan

Image
“Membandingkan kesukaran dan kesenangan orang lain dengan diri sendiri tak akan ada habisnya.” Begitu kiranya sebuah kalimat yang muncul begitu saja dari alter dalam diri saya. Saya kira saya hanya mencoba untuk menulis untuk mengingatkan orang lain. Saya menyadari alam bawah sadar saya tengah menegur apa yang terjadi dalam diri saya beberapa waktu belakangan ini. Terlalu dini jika saat ini saya tengah mengalami quarter life crisis , karena saya belum menginjak usia seperempat abad. Kiranya krisis yang tengah saya alami adalah krisis sebelum menginjak kepala dua. Tahun 2019 menyisakan banyak warna yang begitu abstrak bagi hidup saya. Banyak keputusan yang saya ambil dan saya perbuat di luar zona nyaman dan zona aman saya. Semua itu berpengaruh pada diri saya—mental saya. Tidak, saya tidak self-diagnosis kesehatan mental apa yang sedang saya alami. Hanya saja, beberapa waktu belakangan emosi saya mudah sekali terombang-ambing dalam sebuah masalah. Di tengah kesibukan sebag...

Kembali Membangun Kubah

Image
Pembuka dari Kubah sejenak mengingatkan saya pada Bukan Pasarmalam -nya Pramoedya Ananta Toer. Betapa Karman dan tokoh utama dalam roman Pram tersebut merasakan kedalaman rasa melankolis yang persis. Babak belur Karman dihabisi oleh segala pencarian dan segala keputusan. Sepanjang bab kita turut menyelami bagaimana Karman berkontemplasi mengenai segala sesuatu yang telah terjadi pada dirinya hingga keputusan-keputusannya yang menyebabkannya berada di pengasingan di Pulau Buru. Membaca Kubah membuat saya sejenak kilas balik mengenai novel yang sebelumnya saya baca, yakni Jalan Bandungan karya Nh. Dini. Keduanya mengungkapkan hal yang sama, seorang suami yang terjebak dalam sebuah partai komunis. Tentu saja, Kubah menceritakan perihal yang berbeda. Kubah tidak menyorot kehidupan tokoh perempuan dalam alurnya, namun lebih menyorot pada Karman. Kita diajak menyelami kehidupan Karman. Karman kecil yang periang dan pandai berkawan. Karman remaja yang cerdas dan cekatan. Karma...