Posts

Showing posts with the label Bahasa

Sesuatu Serupa Warna yang Luntur dari Dalam Seorang Manusia

Image
Judul: Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya Penulis: Haruki Murakami Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia Jumlah Halaman: 345 Asia menempati peringkat teratas dengan ragam bahasa paling rumit. Jepang satu di antara negeri yang memiliki struktur bahasa yang cukup rumit dan berada di Asia. Hurufnya saja ada empat jenis, diantaranya kanji, romaji, katakana, dan hiragana. Beberapa kata yang sama akan bermakna berbeda apabila ditulis dengan huruf yang berbeda. Namun karena perbedaan tersebut, justru memudahkan penduduk Jepang memberi nama anak-anaknya agar kaya akan makna. Dalam linguistik Jepang, nama Tsukuru Tazaki tidak melekat warna sedikitpun. Ia dipanggil "Tsukuru" di antara kelompok pertemanan yang harmonis-teratur. Berbeda dengan teman-temannya yang berwarna dengan panggilan warna pula, Ao untuk panggilan Yoshio Oumi, Aka untuk panggilan Kei Akamatsu, Shiro untuk panggilan Yuzuki Shirane, dan Kuro untuk panggilan Eri Kurono. Tanpa alasan...

Jadikan Aku Sahabat Surgamu

Image
Bimbang. Segala kegalauan sekiranya telah mengganggu berbagai aktivitasnya. Hanya satu permasalahan dan segalanya menjadi kacau. Leher tercekat. Di ujung pelupuk mata telah deras oleh air mata. Hanya dua tapak tangan yang membantu menutupi kebimbangannya. Walaupun segala kemuakan itu masih berkecamuk di rongga dada. Dua mata melihatnya dari jarak jauh. Dua mata itu tertarik pada masalah orang lain, meskipun dirinya sedang ditimpa masalah yang sampai saat ini ia tutupi. Simpatik. Ia selalu senang melihat orang lain tersenyum. Mereka, dengan dua jarak yang berbeda di satu taman yang sama, terduduk sendiri. Di antara pepohonan yang jarang dan dedaunan yang gugur. Di antara kebiruan langit yang kelabu. Di antara rerumputan yang sepi dan jalanan yang ramai. Diantara air dan kering. Dua mata itu bersugesti pada motorik jasadnya. Ia memulai langkahnya dengan irama gesekan dedaunan kering dan sepatu putihnya. Berisik, ditambah klakson-klakson kendaraan di jalan. Setidaknya kebisi...

153

Image
“Skenario panggung kehidupan terkadang sulit untuk ditebak. Namun terkadang, kau tak sadar, kau telah terperangkap dalam panggungmu sendiri.” Bangunan berlantai enam itu menjulang tinggi di tepian perkotaan. Cat dinding berwarna kelabu itu mulai terkelupas. Kursi kayu yang nyaris lapuk menghiasi halaman utama. Walaupun demikian, penghuni tempat ini sepertinya sangat memperhatikan kebersihan tempat tinggal mereka. Tawa riang anak-anak penghuni bangunan yang akrab disebut rumah susun ini memecah di setiap sudut koridor. Beberapa dari mereka sibuk bermain petak umpet. Sisanya bermain kejar-kejaran tanpa arah tujuan. Para ibu sibuk bergosip di halaman utama. Sesekali mengomeli anaknya untuk tak terlalu jauh bermain. Mereka tentu saja tak peduli, mereka tetap menikmati canda tawa mereka siang itu dengan riang. Pemandangan ini kontras dengan suasana sebuah rumah dengan nomor 09 di blok B. Rumah yang berada di lantai 2 ini tampak hening. Jendela dibiarkan terbuka, sedangkan tira...

Sabotase

Image
Kring... kring... kring.... “Halo. Baik, Pak, akan saya sampaikan.” “Debo, Brigjen Darto mengabarkan ada kasus baru.” “Baiklah, kita langsung saja ke tempat kejadian perkara.” *** Langit dengan betahnya membiarkan sekumpulan awan kelabu itu menutupi cerahnya langit biru. Halaman belakang itu menjadi kelam--sekelam wanita paruh baya yang terlihat histeris. Wanita itu ditemani sang suami yang terus menghiburnya. Di depan mereka, terduduk gadis remaja dengan wajah yang pucat dan dingin di bawah pohon kayu putih. Kedua kaki dan tangannya terikat. Mulutnya dibekap dengan slayer batik. Lehernya terlihat bekas jeratan tambang. Sepasang tangan yang terikat itu menggenggam sebuah bulu burung yang indah. Apa maksud pembunuh gadis ini memberikan petunjuk? Debo tampak sibuk memikirkan siapa dalang dalam kasus ini. “Dia memiliki saudara?” “Ada di kamarnya.” Debo mengajakku untuk masuk ke rumah korban. Hingga tibalah kami di depan pintu kamar saudara korban....