Halo!
Pada kesempatan kali ini, di euforia semakin dekatnya Akademi Remaja Kreatif Indonesia atau Festival Literasi Sekolah tahun 2019, aku mau kasih tahu tips supaya karya kalian lolos seleksi menjadi Akademia!
Sebelumnya, aku akan menjelaskan terlebih dahulu tentang ARKI atau FLS ini. Akademi Remaja Kreatif Indonesia atau Festival Literasi Sekolah adalah Akademi Literasi yang diadakan oleh Direktorat SMA Kemendikbud bekerjasama dengan Penerbit Mizan. Biasanya, bidang lomba yang ada pada acara ini adalah lomba cipta syair, lomba cipta cerpen, dan lomba cipta komik. Meskipun aku Akademia ARKI 2017 yang ikut lomba cipta cerpen, aku juga bakal tetap kasih tips secara umum (semua lomba) meskipun ada bagian yang tetap fokus pada bidang cipta cerpen.
Berikut ini adalah tips dan trik LOLOS menjadi Akademia ARKI.
- Ikuti Semua Akun Sosial Media ARKI
Kadang-kadang, Arkimin sering, lho, kasih kejutan
kapan kegiatan ARKI akan dimulai. Biasanya info ini akan bertahap, mulai dari
tema besar, tempat pelaksanaan, hingga roadshow
ke berbagai kota di Indonesia. Biasanya info ini dibagikan di akun instagram @arkimizan, facebook Akademi Remaja Kreatif
Indonesia, youtube PastelBooks, dan
website www.remajakreatif.com
Semakin dini kamu mendapat info pelaksanaan ARKI,
maka semakin mudah kamu mempersiapkan diri untuk membuat karya kamu.
- Ikut Roadshow
ARKI jika Ada di Kotamu
Sebenarnya di tempat tinggalku sampai di tanah
rantau sekarang belum pernah menjadi tempat roadshow
ARKI. Namun, setelah melihat euforia roadshow,
aku sangat menyarankan kamu untuk ikut roadshow.
Karena dalam roadshow tersebut, kamu
tidak hanya diarahkan mengenai perlombaan pada ARKI, namun kamu juga akan
bertemu kreator-kreator yang biasanya dihadirkan untuk para Akademia ARKI.
Tentu saja, siapapun kreator tersebut, mereka adalah orang yang sangat hebat
dalam bidangnya dan sangat menginspirasi para calon Akademia ARKI.
- Siapkan Berkas-berkas yang Diperlukan
Jika panitia ARKI sudah mengumumkan pelaksanaan
lomba, maka kamu harus segera mengunduh berkas-berkas dan juknis perlombaan
ARKI sedini mungkin. Berkas-berkas diperlukan sedini mungkin agar tidak
terburu-buru ketika mendekati tenggat waktu. Juknis perlombaan juga diperlukan
agar kamu mengetahui syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam karyamu dan
tema yang diusung.
- Pelajari Karya-karya dari Pemenang Sebelumnya
Untuk bagian ini, kamu harus merogoh isi dompetmu
atau kamu harus punya kenalan Akademia ARKI tahun sebelumnya untuk membeli atau
meminjam buku berisi karya Akademia ARKI. Biasanya, kamu dapat menemukan buku
tersebut di toko buku Gramedia. Namun jika di toko buku Gramedia di kotamu
tidak menjual karya Akademia ARKI, baik kumpulan komik maupun kumpulan cerpen
dan syair, kamu bisa beli lewat toko daring www.mizanstore.com
- Angkat Kebudayaan dan Kearifan Lokal Daerah pada
Karyamu atau Keresahan-keresahan dalam Masyarakat
Ketika kamu sudah berada di tahap membuat karya, hal
yang harus kamu jadikan bumbu dalam karyamu adalah soal budaya lokal daerahmu
atau isu yang tengah hangat di masyarakat kita. Kekayaan budaya daerah selalu
menarik perhatian para juri, terutama bila kamu dapat mengemasnya dengan baik.
Tapi, tidak melulu soal budaya, lho. Mengangkat keresahan yang tengah hangat di
masyarakat dengan tetap memperhatikan disclaimer
pada syarat dan ketentuan karya juga boleh kamu jadikan bahan eksperimen. Misalnya
soal kurang empatinya masyarakat terhadap orang-orang disabilitas. Hal ini juga
menarik perhatian para juri tentang bagaimana kamu mengangkat keresahanmu dalam
sebuah karya.
- Komunikasi Dua Arah dengan Akademia Sebelumnya
Nah, keberadaan sosial media ARKI dapat
mempertemukan kamu dengan Akademia-Akademia tahun-tahun sebelumnya. Kamu bisa
bertanya dengan mereka soal apa saja, mulai dari bagaimana bisa lolos ARKI
lebih dari satu kali, bagaimana proses mereka dalam membuat sebuah karya,
hingga meminta mereka untuk melihat karyamu dan pendapat mereka tentang karya
tersebut. Lumayan, kamu bisa menambah teman yang berbakat dalam bidangnya.
- Mematangkan Konsep Karyamu dengan Meminta Kritik dan
Saran
Untuk menciptakan karya yang baik, diperlukan kritik
dan saran langsung dari pihak pembaca atau penikmat karya. Sepantas apa karyamu
tentu ditentukan oleh para penikmatnya. Oleh karenanya, kamu perlu menghubungi
orang-orang yang kamu percaya dapat memberikan kritik dan saran atas karyamu.
Kamu bisa memberikan karyamu pada temanmu yang sangat berbakat dalam bidangnya,
pada gurumu yang sesuai dengan bidangnya, hingga Akademia ARKI tahun
sebelumnya.
Kamu harus siap menerima kritik dan saran mereka dan
harus siap juga merevisi karya kamu. Untuk itu, jangan membuat karya ketika
dekat dengan tenggat waktu, ya! Harus persiapkan jauh-jauh hari.
Setelah mengetahui tips dan trik LOLOS ARKI secara garis besar, aku akan jabarkan bagaimana meloloskan karya cerpen ke ARKI.
1.
Perkaya Bahasa dan Ide dengan Membaca Banyak Cerpen
Sebelum menulis, kamu harus membaca untuk memperkaya
tulisanmu. Untuk memperkaya bahasa dan ide, kamu dapat membaca buku-buku
antologi cerpen, cerpen-cerpen pada koran Kompas, website basabasi.co, hingga
cerpen-cerpen pada majalah Horison. Hal ini juga dapat membentukmu untuk bisa
membuat cerpen sekelas koran Kompas. Waktu aku jadi Akademia ARKI 2017 lalu,
salah satu juri adalah cerpenis yang cerpennya sudah banyak terbit di koran
Kompas dan basabasi.co, lho!
2.
Mengetahui Tolak Ukur Cerpen dari Akademia
Sebelumnya
Selain membaca
cerpen-cerpen “berat”, kamu juga harus baca cerpen-cerpen Akademia ARKI
sebelumnya. Hal tersebut agar kamu dapat menjadikannya tolak ukur, bagaimana
mereka mengemas cerpen tersebut sesuai batas yang telah ditentukan panitia
ARKI. Biasanya, kamu juga dapat menemukan imajinasi yang sangat kaya dari
Akademia sebelumnya. Hal ini tentu menginspirasi kamu untuk memperkaya bumbu
dalam karyamu.
3.
Komunikasi Dua Arah dengan Akademia Sebelumnya
Sama seperti tips sebelumnya, kamu juga harus memiliki
komunikasi dengan Akademia sebelumnya. Hal ini sangat-sangat membantu, terutama
bagi kamu yang masih bingung soal juknis hingga soal karyamu. Kamu bisa
konsultasi langsung dengan mereka.
4.
Mematangkan Konsep Cerpen dengan Meminta Kritik dan
Saran
Ketika karyamu sudah
jadi, kamu perlu mencari pembaca dari orang-orang yang paham sastra. Tidak
harus para sastrawan, kok. Cukup teman kamu yang mempunyai karya yang bagus,
guru bahasa Indonesia kamu, hingga para Akademia ARKI tahun sebelumnya. Kamu
harus siap menerima kritik dan saran mereka dan harus siap juga merevisi karya
kamu. Untuk itu, jangan membuat karya ketika dekat dengan tenggat waktu, ya!
Harus persiapkan jauh-jauh hari.
Nah, begitulah kira-kira tips dan trik LOLOS Akademi Remaja Kreatif Indonesia atau Festival Literasi Sekolah. Selanjutnya, aku mau berbagi ke kalian bagaimana keseruanku mengikuti Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2017!
Hari Pertama (26 Oktober 2017)
 |
Minum coklat sebelum berangkat. |
 |
Rekan berangkat, Niar, Afifah, dan guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Pontianak. |
 |
Diberi arahan oleh Kak Mahesa, LO kelompok Doclang |
 |
Sesi foto bersama teman-teman dari seluruh Indonesia, dari berbagai bidang lomba: lomba cipta komik, lomba cipta syair, dan lomba cipta cerpen. |
 |
Buku pedoman dan kartu pengenal selama menjadi peserta Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2017 |
Hari Kedua (27 Oktober 2018)
 |
Bersama teman-teman baru. |
 |
Rekan sekamar, Ferinka dan Hasna |
 |
Pembukaan Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2017 yang masih dalam rangkaian Festival Literasi Sekolah 2017
Bersama para peserta Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017 (KPCI) |
Hari Ketiga (28 Oktober 2018)
 |
Suasana lomba cipta cerpen |
 |
Bersama peserta lomba cipta cerpen dari berbagai daerah di Indonesia |
 |
Bersama Bunda Sinta Yudisia, salah satu dewan juri |
 |
Setelah lomba, kelompok Doclang ikut Arki Race! |
 |
Foto bareng dengan kelompok Doclang dan LO kami, Kak Mahesa.
(Hafara, Hanifah, Ayu, Shika, Gaby, Saya, Degus, Fatya, Azka, dan Muammar) |
 |
Kelompok Doclang lagi nge-game! |
 |
Kehujanan di Kota Hujan! |
 |
Sebelum meninggalkan Taman Raya Bogor. |
 |
Sebelum dan sesudah Arki Race. Pergi pakai angkot, pulang jalan kaki, seru! |
 |
Malamnya, ada acara yang narasumbernya Prilly Latuconsina. Membahas bukunya yang diterbitkan Mizan. |
 |
Berfoto bersama Kak Prilly. |
Hari Keempat (29 Oktober 2018)
 |
Ke Istana Bogor jalan kaki. Tak jauh dari hotel. |
 |
Bersama para peserta ARKI 2017 |
 |
Mendapat materi dari Pak Iman Soleh. Kami juga dapat materi dari berbagai narasumber seperti komikus @micecartoon.co.id |
Hari Kelima (30 Oktober 2018)
 |
Malam terakhir bersama. Tak sempat berfoto saat pengumuman lomba. Selamat untuk Shika mendapat juara 2 cipta komik! |
Hari Keenam (31 Oktober 2018)
 |
Rekan pulang dan pergi dari Pontianak, Afifah dan Niar. |
 |
Sebelum berangkat, ketemu peserta dari Riau dan Aceh, De, Putri, dan Arief. |
Halo kak, bisa nggak cerpen yang dipake buat penyisihan di post?
ReplyDeleteHalo. Email aku aja ya di dhidhiart28@gmail.com
DeleteSoalnya kalau di posting aku khawatir disalahgunakan :)